Pemerintah pusat bergerak cepat merespons bencana alam yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama rombongan menteri dan pimpinan lembaga dijadwalkan bertolak langsung menuju lokasi terdampak gempa bumi di Flores. Langkah taktis ini diambil guna memastikan penanganan pascabencana berjalan secara terpadu dan langsung menyasar kebutuhan pokok masyarakat di lapangan. Kehadiran jajaran pejabat negara di lokasi bencana menjadi bagian dari komitmen penanganan darurat yang cepat dan efisien.
Keberangkatan rombongan ini dipicu oleh gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu pagi. Menteri Dody bersama tim dijadwalkan terbang menggunakan pesawat Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo pada Sabtu malam. Dalam penerbangan tersebut, pemerintah membawa amanah bantuan dari Presiden Prabowo Subianto berupa 50 ribu paket sembako. Bantuan logistik ini rencananya akan disalurkan kepada warga terdampak melalui titik distribusi di Maumere.
Dalam menjalankan proses tanggap darurat ini, Menteri PU berkoordinasi dengan sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, serta perwakilan dari PLN, Telkom, dan Pertamina. Sinergi lintas lembaga ini bertujuan untuk mempercepat langkah pemulihan layanan dasar. Menteri Dody juga telah menginstruksikan seluruh jajaran balai di wilayah Nusa Tenggara Timur untuk bersiaga penuh. Ia menegaskan, "Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan."
Diskon Alat Makan dan Perlengkapan Dapur di Transmart Full Day Sale

Terkait tata cara penanganan infrastruktur jalan pascagempa, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur langsung melakukan pemantauan dan pembersihan material longsor. Laporan sementara menunjukkan adanya titik longsor di ruas Ruteng hingga Kilometer 210, batas Kabupaten Manggarai, serta batas Kota Ende. Untuk memastikan akses transportasi darat tetap fungsional bagi penyaluran bantuan, tim di lapangan telah mengerahkan sejumlah alat berat seperti ekskavator dan alat pemuat guna membersihkan material yang menutupi badan jalan.
Sementara itu, untuk memastikan keamanan fasilitas sumber daya air, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II tengah menjalankan prosedur pemeriksaan infrastruktur secara menyeluruh. Pemeriksaan visual awal menunjukkan bahwa Bendungan Napungete dan Waerita di Kabupaten Sikka, serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo dalam kondisi baik, meski evaluasi detail masih terus berjalan. Tim juga sedang menangani kerusakan ringan dan longsoran yang menutupi saluran sekunder pada Bendung Waelaku di Kabupaten Manggarai Timur, agar pasokan air untuk masyarakat tidak terganggu.
Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Lapangan untuk Tangani Pasien Gempa NTT

Proses pendataan dan verifikasi dampak gempa terhadap permukiman serta fasilitas publik di wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Gempa dengan pusat kedalaman 10 kilometer di timur laut Mbay ini sempat memicu peringatan dini tsunami, namun status tersebut telah diakhiri oleh otoritas terkait pada pukul 09.00 WITA. Melalui langkah-langkah penanganan terpadu ini, pemerintah berupaya memastikan seluruh kebutuhan dasar dan akses vital masyarakat dapat segera pulih.






