Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 335 perusahaan pemegang izin konsesi yang berada di lahan terbakar di seluruh wilayah Kalimantan dan Sumatra. Keberadaan ratusan korporasi di lokasi titik kebakaran tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam rangka pengawasan tata kelola lingkungan hidup. Jumlah perusahaan yang teridentifikasi tersebut bahkan berpotensi bertambah seiring dengan pendataan dan pengawasan yang terus berlangsung di area-area konsesi yang mengalami kebakaran di kedua pulau tersebut.
Jumhur menjelaskan bahwa indikasi yang muncul mengarah pada adanya niat dari korporasi untuk membuka lahan dengan cara yang dinilai mudah dan berbiaya murah, yakni melalui metode pembakaran. Menurut Menteri Lingkungan Hidup, tindakan pembakaran lahan tersebut memiliki konsekuensi hukum yang sangat tegas sesuai dengan ketentuan penegakan hukum yang berlaku. Perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran akan menghadapi sanksi berupa pembayaran denda kepada negara serta kewajiban menanggung seluruh biaya pemulihan lahan yang rusak. Tidak hanya itu, apabila indikasi pelanggaran dinilai kuat dan unsur niat jahat atau mens rea terbukti dengan jelas, perkara tersebut dapat dilanjutkan ke ranah pidana.
Tanpa Masker, Prabowo Hirup Kabut Asap dari Kebakaran Hutan Kalimantan Saat Tinjau Lokasi Bencana

Sebagai bentuk langkah nyata dalam penegakan aturan, Jumhur menyatakan bahwa pihak berwenang sejauh ini telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah perusahaan yang terindikasi kuat melakukan pelanggaran di area konsesi mereka. Tindakan penyegelan ini dilakukan guna memastikan proses penegakan hukum berjalan terhadap korporasi yang bermasalah. Kendati demikian, Menteri Lingkungan Hidup belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai nama, identitas, maupun detail lokasi dari perusahaan-perusahaan yang telah dikenai tindakan penyegelan tersebut.
Di samping langkah penegakan hukum terhadap perusahaan bermasalah, upaya penanganan titik api di tingkat lapangan terus dilakukan secara intensif. Hal ini terlihat saat Jumhur melakukan kunjungan kerja langsung ke Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, ia mengungkapkan bahwa terdapat areal seluas empat hektare lahan yang sempat terbakar di wilayah Kabupaten Kampar. Lahan yang terbakar tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas dan saat ini sedang berada dalam tahap pendinginan untuk mencegah munculnya kembali bara api.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Terkait situasi kebakaran lahan secara menyeluruh di Provinsi Riau, Jumhur menilai bahwa penanganan bencana berjalan dengan baik berkat langkah-langkah mitigasi yang telah dipersiapkan secara matang sebelum fenomena El Nino terjadi. Kesiapsiagaan tersebut diwujudkan melalui pembangunan sekat kanal serta persiapan embung-embung penampungan air oleh jajaran pemerintah bersama Kapolda melalui inisiatif "Riau Bersinergi". Berkat kerja keras, kesiapsiagaan mitigasi, dan kolaborasi tersebut, jumlah peristiwa kebakaran lahan di Riau tercatat mengalami penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya.






