Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat serta para pelaku usaha untuk beralih menggunakan moda transportasi alternatif menyusul penutupan operasional sejumlah bandara. Langkah ini diambil menyusul meluasnya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berdampak langsung terhadap keselamatan operasional penerbangan di berbagai wilayah.
Penutupan fasilitas penerbangan dilakukan demi memitigasi risiko keselamatan transportasi udara. Untuk mengantisipasi hambatan mobilitas masyarakat dan pergerakan logistik, Kementerian Perhubungan menyiapkan langkah-langkah penanganan melalui pengalihan ke moda transportasi darat dan laut.
Bagaimana Skema Pengalihan Moda Transportasi yang Disiapkan Pemerintah?
Pemerintah telah menyiapkan skema pengalihan moda transportasi guna memastikan keterhubungan antarwilayah tetap terjaga selama layanan penerbangan mengalami gangguan. Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa masyarakat dan pelaku usaha dapat memanfaatkan moda transportasi kereta api, bus, hingga kapal laut.
Pertamina Eco RunFest 2026, Gerakan Sehatkan Manusia dan Lingkungan

Skema pengalihan ini bertujuan untuk menjaga mobilitas penumpang serta kelancaran distribusi logistik dan barang yang sebelumnya bergantung pada jalur udara. Dengan memanfaatkan jaringan transportasi darat dan laut yang tersedia, aktivitas perjalanan masyarakat dan rantai pasok barang diharapkan tetap dapat berjalan tanpa terputus secara total.
Bagaimana Kondisi Layanan Transportasi Laut Saat Ini?
Di tengah terhentinya operasional sejumlah bandara, layanan transportasi laut dilaporkan tetap beroperasi dengan normal. Menhub menegaskan bahwa jalur transportasi laut belum terdampak oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi operasional laut yang aman ini memungkinkan armada kapal laut beroperasi penuh untuk melayani penyeberangan serta pengangkutan logistik antarwilayah. Oleh karena itu, transportasi laut menjadi salah satu tumpuan utama dalam skema pengalihan moda yang disiapkan pemerintah selama jalur penerbangan dibatasi.
Taspen dan OJK Luncurkan Bulan Dana Pensiun Indonesia Tiap Juli

Apa Saja Daftar Bandara yang Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik?
Penutupan operasional bandara dilakukan secara bertahap berdasarkan evaluasi sebaran abu vulkanik. Pada tahap awal, terdapat lima bandara yang ditutup, yaitu Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Pondok Cabe di Jakarta, serta Bandara Budiarto Curug di Tangerang.
Setelah dilakukan pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara di Bandung juga dinyatakan terdampak abu vulkanik sehingga operasionalnya turut dihentikan sementara. Secara keseluruhan, terdapat delapan bandara yang mengalami penutupan sementara dengan rincian jadwal sebagai berikut:
- Bandara Soekarno-Hatta (WIII - CGK): Ditutup mulai pukul 02.08 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Radin Inten II Lampung (WILL - TKG): Ditutup mulai pukul 04.18 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Budiarto Curug (WIRR - RTO): Ditutup mulai pukul 06.48 WIB hingga 7 September 2026 pukul 06.59 WIB.
- Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH - HLP): Ditutup mulai pukul 07.20 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Pondok Cabe (WIHP - PCB): Ditutup mulai pukul 10.05 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Taufik Kiemas (WILP - TFY): Ditutup mulai pukul 11.30 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Husein Sastranegara (WICC - BDO): Ditutup mulai pukul 12.07 WIB hingga 7 September 2026 pukul 06.00 WIB.
- Bandara Atung Bungsu (WIPY - PXA): Ditutup mulai pukul 13.34 hingga 17.00 WIB.






