Pembangunan tanggul laut untuk banjir rob Semarang merupakan rangkaian proyek infrastruktur penahan air laut yang dirancang guna melindungi kawasan pesisir ibu kota Jawa Tengah dari ancaman intrusi pasang air laut. Langkah struktural ini menjadi prioritas penanganan wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa, mengingat posisi Semarang bersama kawasan sekitarnya dan Teluk Jakarta telah ditetapkan sebagai dua titik awal proyek tanggul laut berskala besar. Upaya ini ditujukan tidak hanya sebatas mendirikan dinding beton di laut, melainkan juga menjaga keberlanjutan peradaban masyarakat di sepanjang pesisir Pulau Jawa.
Kebutuhan atas tanggul penahan ini dipicu oleh kerentanan pesisir Semarang terhadap luapan air laut yang terus meningkat. Saat hujan turun bersamaan dengan pasang laut, genangan rob dapat mencapai 7 sentimeter hingga 9 sentimeter di kawasan strategis, sehingga instalasi penting seperti lapangan terbang Semarang memerlukan pengoperasian pompa secara berkala agar dapat berfungsi. Kerentanan tersebut terbukti nyata saat pembatas air laut di kawasan Lamacitra jebol pada 23 Mei 2022. Insiden itu merendam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas dengan ketinggian air hingga 1,5 meter serta berdampak pada sekitar 8.000 kepala keluarga.
Tanpa Masker, Prabowo Hirup Kabut Asap dari Kebakaran Hutan Kalimantan Saat Tinjau Lokasi Bencana

Untuk meredam dampak kerusakan tersebut, pemerintah telah menjalankan sejumlah intervensi fisik di titik-titik rawan. Salah satunya adalah proyek pengendalian banjir dan rob tahap II di kawasan Tambak Lorok seluas 56 hektare oleh Kementerian PUPR sejak 2022 dengan anggaran Rp 231,6 miliar. Proyek ini membangun tanggul rob sepanjang 3,6 kilometer yang diproyeksikan mampu menahan luapan air setidaknya selama 30 tahun. Kawasan ini juga ditopang oleh dua kolam retensi seluas 12,02 hektare dan 8,57 hektare yang masing-masing dipasangi pompa berkapasitas 3 x 500 liter per detik, melengkapi penataan Kampung Nelayan yang sebelumnya telah diselesaikan pada rentang Mei 2017 hingga April 2019 dengan alokasi Rp 45,6 miliar.
Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala Penuh

Langkah lanjutan mitigasi rob di Semarang kini diintegrasikan ke dalam proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I yang membentang dari Kaligawe hingga Sayung. Ruas jalan tol terpadu ini berfungsi ganda sebagai tanggul laut raksasa dan kolam retensi, yang ditargetkan mencapai konektivitas penuh pada pertengahan 2027. Selain itu, fasilitas kolam retensi Terboyo dan Sriwulan diarahkan agar dioptimalkan menjadi sumber penyedia air baku bagi warga. Sebagai fondasi teknis jangka panjang, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL telah melaksanakan survei hidro-oseanografi di perairan Semarang dan Teluk Jakarta, seiring pelaksanaan studi awal tanggul laut Pantura yang mencakup wilayah Pekalongan, Kendal, Brebes, Tegal, Sayung, hingga Grobogan.






