berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Teknologi

Menepis Ancaman Tabrakan Antariksa Melalui Teknik Kinetic Impactor NASA

Usat BalangDiterbitkan 10 Agu 2026 - 05.34 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menepis Ancaman Tabrakan Antariksa Melalui Teknik Kinetic Impactor NASA
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Potensi tabrakan benda langit dengan Bumi senantiasa menjadi perhatian besar bagi kelangsungan hidup manusia. Untuk mengantisipasi ancaman ini, badan antariksa dunia terus mengembangkan teknologi pertahanan planet. Salah satu metode yang paling menjanjikan adalah teknik kinetic impactor, yang dirancang untuk mengalihkan lintasan asteroid berbahaya tanpa harus menghancurkannya berkeping-keping. Melalui serangkaian uji coba dan pengamatan mendalam, para ilmuwan berupaya memastikan kesiapan teknologi ini sebelum ancaman nyata benar-benar datang menghampiri Bumi.

Apa sebenarnya teknik kinetic impactor yang digunakan oleh NASA?

Teknik kinetic impactor merupakan metode pertahanan bumi yang dilakukan dengan cara menabrakkan pesawat luar angkasa ke asteroid dengan kecepatan tinggi. Tujuan utama dari tabrakan sengaja ini adalah memberikan dorongan kecil pada pergerakannya. Dengan memberikan dorongan fisik yang terukur, arah lintasan asteroid diharapkan dapat bergeser secara perlahan sehingga tidak lagi mengarah ke Bumi. Metode ini berfokus pada pengalihan rute orbit objek antariksa, bukan menghancurkannya menjadi serpihan kecil yang justru berisiko menyebar ke wilayah lain.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Bagaimana NASA membuktikan bahwa konsep ini dapat bekerja di luar angkasa?

NASA telah menguji konsep kinetic impactor secara langsung melalui misi yang dinamakan Double Asteroid Redirection Test atau DART. Dalam uji coba bersejarah yang berlangsung pada September 2022, pesawat luar angkasa DART sengaja ditabrakkan ke asteroid kecil bernama Dimorphos. Asteroid Dimorphos sendiri merupakan objek luar angkasa kecil yang mengorbit asteroid lain yang berukuran lebih besar, yaitu Didymos. Misi DART dirancang khusus untuk menguji apakah kemampuan teknologi manusia saat ini sudah cukup mumpuni untuk mengubah gerak alami suatu asteroid di luar angkasa.

Baca Juga

Sawah Desa Kemuje Gagal Panen Akibat Kerusakan Embung dan Kemarau

Sawah Desa Kemuje Gagal Panen Akibat Kerusakan Embung dan Kemarau

Apa dampak nyata dari tabrakan pesawat DART terhadap asteroid Dimorphos?

Tabrakan yang direncanakan tersebut terbukti berhasil mengubah pergerakan objek target. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tabrakan pesawat DART berhasil memperpendek waktu yang dibutuhkan oleh Dimorphos untuk mengorbit Didymos sekitar 33 menit. Perubahan durasi orbit ini menjadi bukti konkret pertama bahwa manusia mampu memengaruhi dan mengubah dinamika pergerakan benda langit di luar angkasa melalui benturan fisik yang disengaja.

Bagaimana kelanjutan pemantauan pascatabrakan untuk mempelajari efek jangka panjangnya?

Setelah keberhasilan misi DART, badan antariksa lain turut mengambil peran untuk melakukan analisis mendalam. European Space Agency atau ESA mengembangkan misi lanjutan bernama Hera. Pesawat luar angkasa Hera ditujukan untuk melakukan survei mendetail terhadap sistem ganda Didymos dan Dimorphos. Misi ini berfokus untuk mempelajari secara dekat dampak fisik yang ditimbulkan oleh tumbukan DART, termasuk kawah yang terbentuk serta perubahan struktur internal pada asteroid tersebut.

Bagaimana cara mendeteksi asteroid berbahaya yang sulit diamati dari Bumi?

Baca Juga

Kemenangan Raul Fernandez di MotoGP Inggris 2026 dan Rentetan Insiden di Silverstone

Kemenangan Raul Fernandez di MotoGP Inggris 2026 dan Rentetan Insiden di Silverstone

Untuk mendukung sistem pertahanan planet ini, deteksi dini menjadi kunci utama yang sangat krusial. NASA saat ini tengah mengembangkan teleskop antariksa baru bernama NEO Surveyor. Teleskop khusus ini dirancang untuk membantu menemukan serta mengkarakterisasi objek-objek dekat Bumi yang berpotensi menimbulkan bahaya. NEO Surveyor memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi asteroid yang sulit diamati dengan teleskop biasa, terutama asteroid yang memiliki permukaan sangat gelap atau memantulkan sedikit cahaya matahari.

Apa saja tantangan dan perkembangan misi luar angkasa lain yang sedang berjalan?

Selain pertahanan terhadap asteroid, eksplorasi benda langit lainnya juga menghadapi tantangan teknis tersendiri. Misalnya, dalam rencana eksplorasi Bulan, NASA menguji kesiapan perangkat keras Misi Artemis di Lunar Development and Test Facility. Pengujian ini sangat penting untuk mengatasi ancaman debu Bulan yang terkenal sangat tajam dan bersifat abrasif terhadap peralatan astronot. Di sisi lain, terdapat pula program yang masih berada dalam tahap pengkajian awal. NASA hingga kini belum menetapkan PROMISE sebagai misi Bulan resmi dan masih terus mengevaluasi kelayakan misi tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Di samping itu, pengembangan teknologi untuk membawa pulang sampel dari planet merah juga terus berjalan. NASA telah merilis gambar konsep seni untuk helikopter bernama Skyfall. Helikopter ini dirancang dengan kemampuan unik untuk menangkap sampel batuan Mars di udara secara langsung. Sementara itu, untuk pengamatan objek yang lebih jauh, para astronom berhasil mencitrakan Beta Pictoris d menggunakan Teleskop James Webb dan Very Large Telescope atau VLT. Eksoplanet ini tercatat sebagai eksoplanet paling redup yang pernah dicitrakan secara langsung dari Bumi. Berbagai proyek ini menunjukkan bahwa pemahaman manusia tentang tata surya dan sekitarnya terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi pemantauan antariksa.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

NASA

Berita Terbaru Lainnya

David Almansa Kuasai Silverstone, Veda Ega Pratama Tembus Sembilan Besar Moto3 Inggris 2026Dinamika Nilai Tukar Rupiah dan Pasar Modal di Tengah Isu Pemilihan Gubernur Bank IndonesiaCara Membersihkan Riwayat Kredit Buruk di SLIK OJKSawah Desa Kemuje Gagal Panen Akibat Kerusakan Embung dan KemarauKemenangan Raul Fernandez di MotoGP Inggris 2026 dan Rentetan Insiden di SilverstonePenyegaran New Daihatsu Sigra 1.2R di GIIAS 2026Menko Airlangga Kunjungi Booth Jetour di GIIAS 2026Daftar Pemenang Penghargaan Exhibitor Night GIIAS 2026

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026