Guncangan gempa bumi yang kuat mengejutkan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Salah satu warga yang merasakan langsung situasi menegangkan tersebut adalah Yogi Indrawan, yang menjabat sebagai Kepala Dusun di Desa Pasir Putih, Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kejadian yang mengejutkan ini bermula ketika keheningan pagi hari mendadak pecah oleh teriakan dari istrinya yang menyadari adanya gempa bumi. Yogi Indrawan yang saat itu sedang terlelap tidur langsung terbangun seketika setelah mendengar teriakan peringatan dari sang istri.
Begitu terbangun dari tidurnya, Yogi Indrawan menyadari bahwa situasi sedang sangat berbahaya karena rumah panggung yang ditinggalinya bersama keluarga bergoyang dengan sangat keras akibat guncangan gempa. Menyadari adanya ancaman keselamatan, Yogi langsung mengambil tindakan penyelamatan dengan cepat. Ia bergegas menggendong bayinya yang masih sangat kecil, baru berusia enam bulan, lalu segera berlari keluar dari dalam rumah panggung tersebut untuk menyelamatkan diri dan mencari tempat yang lebih aman dari potensi bahaya.
Setelah berhasil menyelamatkan diri dan berada di luar rumah panggungnya, Yogi Indrawan segera membuka telepon seluler miliknya. Ia bermaksud untuk memeriksa informasi mengenai lokasi pusat atau episentrum dari gempa bumi yang baru saja mengguncang wilayah mereka. Di saat yang hampir bersamaan ketika ia sedang memeriksa telepon selulernya tersebut, peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) muncul. Peringatan dini dari BMKG ini pun langsung meningkatkan kewaspadaan di kalangan warga sekitar.
Pemulihan Kelistrikan Pascagempa M7,0 di Laut Flores

Adanya peringatan dini tsunami dari BMKG tersebut seketika memicu kepanikan di kalangan penduduk yang tinggal di wilayah pesisir tersebut. Warga segera berusaha mengevakuasi diri mereka masing-masing ke tempat yang dirasa lebih aman. Sebagian warga memilih untuk bergegas berlari menuju area bukit yang berada di sekitar pemukiman mereka. Sementara itu, sebagian warga lainnya memutuskan untuk menggunakan perahu guna menyeberang menuju pulau-pulau di sekitar yang memiliki gunung lebih tinggi demi mendapatkan perlindungan dari ancaman tsunami.
Hingga sekitar pukul 05.30 WITA, suasana kepanikan di kalangan warga masih sangat terasa. Kewaspadaan masyarakat setempat juga semakin meningkat seiring dengan kondisi air laut yang menunjukkan aktivitas yang mencurigakan setelah gempa. Air laut di wilayah tersebut sempat terpantau surut sesaat setelah guncangan gempa terjadi. Setelah surut, kondisi air laut kemudian terlihat naik dan turun kembali dengan disertai arus yang mengalir sangat deras, membuat warga tetap bertahan di lokasi evakuasi.
Peringatan Tsunami Gempa NTT Berakhir, Warga Diminta Tetap Jauhi Pantai

Terkait dengan dampak kerusakan bangunan akibat gempa, di wilayah Messah dilaporkan tidak ditemukan adanya kerusakan yang tergolong berat pada fisik bangunan rumah warga. Kerusakan yang terjadi di Messah lebih banyak ditemukan pada bagian dalam rumah saja, seperti perabot rumah tangga berupa lemari, televisi, dan barang lainnya yang berantakan atau bergeser dari posisi semula akibat guncangan gempa yang kuat. Menurut penjelasan dari Yogi, tingkat kerusakan yang jauh lebih parah justru dilaporkan terjadi di wilayah Maumere dan Mbay. Pengalaman serta kesaksian mengenai peristiwa menegangkan ini disampaikan oleh Yogi Indrawan saat dirinya dihubungi mengenai insiden tersebut pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026.






