Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah (Jateng). Kobaran api dilaporkan melalap kawasan blok B, membuat petugas pemadam kebakaran (damkar) harus berjibaku selama lebih dari dua jam untuk menjinakkan si jago merah di lokasi kejadian.
Kondisi di lapangan sempat diperparah oleh hembusan angin yang kencang. Akibatnya, kobaran api kian membesar dan mulai merembet ke sisi timur area pembuangan sampah tersebut.
Kebakaran Rumah Tinggal di Koja Jakut, 11 Unit Damkar Dikerahkan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Herwin Tri Nugroho, menyampaikan bahwa kebakaran tersebut diduga bersumber dari tumpukan sampah. Posisi titik awal api berada di belakang gedung sehingga tertutup dan tidak terlihat langsung dari pos pemantauan. Angin kencang pada waktu sore menjelang malam hari kemudian memperluas sebaran titik api di lokasi.
Sementara itu, Lurah Mojosongo, Katarina Kartika, mengaku pertama kali menerima laporan peristiwa kebakaran di TPA Putri Cempo sekitar pukul 18.00 WIB. Laporan tersebut datang dari Ketua RW 30 serta Ketua RW 39 bernama Andri yang menghubunginya secara langsung.
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Api Membesar, Warga Mojosongo Panik

Katarina menyatakan bahwa hingga kini penyebab pasti timbulnya api belum diketahui. Meski demikian, ia menilai insiden kebakaran di TPA Putri Cempo kali ini merupakan kejadian terbesar yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.






