berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Kasus Pabrik Vape Narkoba di Kamar Kos Kemang, Kronologi dan Peran Pelaku

Usat BalangDiterbitkan 9 Agu 2026 - 04.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kasus Pabrik Vape Narkoba di Kamar Kos Kemang, Kronologi dan Peran Pelaku
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Sebanyak 176 cartridge diduga berisi etomidate disita oleh pihak kepolisian dari sebuah kamar kos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kamar kos tersebut disulap menjadi pabrik rumahan untuk memproduksi liquid vape yang diduga mengandung bahan narkotika. Keberadaan tempat produksi ilegal di lingkungan hunian ini menarik perhatian publik karena melibatkan jaringan yang terorganisasi secara daring. Untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai kasus ini, berikut adalah rangkuman tanya jawab berdasarkan data resmi kepolisian.

Di mana dan kapan tepatnya penggerebekan pabrik vape ini dilakukan?

Operasi penggerebekan dilakukan oleh tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada hari Rabu, 5 Agustus sekitar pukul 03.30 WIB. Lokasi yang menjadi target operasi adalah sebuah rumah kos bernama NP Residence yang terletak di Jalan Kemang Timur, Kelurahan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan. Petugas kemudian masuk ke kamar nomor 14 yang berada di lantai 2 sekitar pukul 04.00 WIB dan mendapati aktivitas produksi sedang berlangsung.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Apa saja barang bukti yang berhasil disita oleh polisi dari lokasi kejadian?

Dari hasil penggeledahan di kamar kos tersebut, polisi menyita 176 cartridge yang diduga berisi etomidate. Rincian cartridge tersebut meliputi 23 kemasan merek Gucci, 10 kemasan merek Very Good, 141 cartridge di dalam tray, serta dua cartridge masing-masing berwarna hitam dan hijau. Selain cartridge, petugas menyita bahan baku berupa 50 gram serbuk putih, satu gelas kaca berukuran 2.000 mililiter, empat botol kaca berisi cairan diduga etomidate, jerigen, serta enam botol berisi Propylene Glycol (PG). Alat produksi seperti alat pres atau penyegel, power supply, magnetic stirrer, hotplate atau heater, empat spuit, tray, cartridge kosong, botol liquid vape, hingga kemasan cetak merek Gucci dan Very Good turut diamankan sebagai barang bukti.

Bagaimana awal mula terbongkarnya aktivitas pembuatan vape diduga narkoba ini?

Baca Juga

Rekrutmen PCPM Bank Indonesia Angkatan 41 Resmi Dibuka Mulai 9 Agustus 2026

Rekrutmen PCPM Bank Indonesia Angkatan 41 Resmi Dibuka Mulai 9 Agustus 2026

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa penggerebekan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan produksi narkotika dalam bentuk vape di wilayah Jakarta Selatan. Hal ini diperkuat oleh kesaksian petugas keamanan kos yang melihat seseorang menerima paket berukuran besar. Petugas keamanan juga mencurigai aktivitas di lantai 2 karena terdengar suara seperti botol kaca terbentur serta tercium bau yang tidak biasa dari sekitar kamar nomor 14.

Siapa saja pihak yang ditangkap dalam kasus ini dan bagaimana peran mereka?

Polisi mengamankan beberapa orang yang terlibat. Pelaku yang didapati sedang memproduksi vape diduga berisi etomidate di dalam kamar kos adalah Fajar Safarudin alias Ajay. Fajar melakukan aktivitas tersebut bersama istrinya, Fauziah. Selain itu, polisi juga mengamankan Raden Fatwan Seftiono alias Jibon dan Hardi Septa Santoso alias X Man untuk pengembangan perkara. Jibon berperan menawarkan pekerjaan kepada Fajar, sedangkan X Man memerintahkan pengambilan paket bahan baku. Ada pula perantara bernama Exel yang menyerahkan kunci kamar kos kepada Fajar saat tiba di NP Residence.

Berapa upah yang dijanjikan kepada pelaku untuk meracik vape tersebut?

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Jibon menawarkan pekerjaan meracik dan mengisikan cairan etomidate ke dalam cartridge kepada Fajar dengan janji upah sebesar Rp 30 juta per minggu. Selain itu, Fajar juga dijanjikan uang makan sebesar Rp 2 juta per hari. Jibon awalnya menghubungi Fajar melalui Facebook Messenger pada Selasa, 4 Agustus 2026, yang kemudian berlanjut melalui WhatsApp.

Baca Juga

Penyergapan Kapal MV King Sun, Penggagalan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan Bintan

Penyergapan Kapal MV King Sun, Penggagalan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan Bintan

Bagaimana proses pembuatan liquid vape tersebut dipandu hingga bisa diproduksi?

Proses pembuatan dipandu melalui video call oleh seseorang bernama Koko Cong, dengan nama kontak Kohkohku, yang mematikan kameranya. Pada percobaan pertama, pembuatan sempat gagal karena cairan terlalu panas atau mendidih. Percobaan kemudian diulangi pada percobaan kedua hingga serbuk larut sempurna. Sebelum memproduksi, Fajar diperintahkan oleh X Man untuk mengambil paket bahan baku di lobi kos. Paket tersebut ternyata juga berisi sabu sekitar 0,5 gram yang kemudian dikonsumsi oleh Fajar bersama Fauziah.

Apa langkah hukum dan tindak lanjut yang sedang berjalan saat ini?

Polisi kini tengah memburu Koko Cong dan menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadapnya. Penyidik juga masih mendalami rekening yang mengirimkan uang transport dari Koko Cong ke rekening Hardi Septa Santoso alias X Man. Sementara itu, hasil tes urine terhadap Fajar dan Fauziah menunjukkan keduanya positif mengandung metamfetamina (MET) dan amfetamina (AMP). Untuk Fauziah, penyidik akan melakukan asesmen ke BNN RI.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bareskrim Polri

Berita Terbaru Lainnya

Rekrutmen PCPM Bank Indonesia Angkatan 41 Resmi Dibuka Mulai 9 Agustus 2026Persiapan Penting Sebelum Mengikuti Lelang Mobil BekasMeningkatkan Produktivitas Sawit Rakyat Melalui Program PSR untuk Menjaga Pasokan NasionalPersiapan Banteng Jakarta FC Menuju Soekarno Cup 2026 di Jawa TimurRuben Amorim Kagum atas Dukungan Fan AC Milan di IndonesiaPenyergapan Kapal MV King Sun, Penggagalan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan BintanJadwal dan Syarat Promo Elektronik di Transmart Full Day SaleMekanisme Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Kabupaten Alor

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026