Perjalanan Mulyana (50) dan Giyati (50) untuk mengantarkan jenazah anak mereka menuju tempat peristirahatan terakhir harus terhenti secara tragis. Pasangan suami istri tersebut meninggal dunia setelah ambulans yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan beruntun. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Tol Batang-Semarang KM 379+900 pada hari Rabu (19/8) sekitar pukul 00.45 WIB.
Pasangan suami istri ini diketahui berangkat dari Jakarta dengan tujuan ke Desa Keling, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Mereka bermaksud untuk memakamkan jenazah sang anak di desa tersebut. Namun, takdir berkata lain ketika ambulans bernomor polisi D 1142-AFZ yang membawa mereka beserta jenazah sang anak terlibat dalam kecelakaan beruntun yang fatal di jalan tol tersebut.
Kecelakaan ini merenggut tiga korban jiwa yang merupakan penumpang dari mobil ambulans tersebut. Korban tewas adalah Mulyana, Giyati, serta seorang pria bernama Tekat Susanto (48) yang merupakan rekan dari sopir ambulans. Kasatlantas Polresta Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah telah mengonfirmasi bahwa Mulyana dan Giyati adalah pasangan suami istri yang sedang dalam perjalanan untuk memakamkan jenazah anak mereka di Desa Keling, Jepara.
Cara ASN Gen Z Mendapatkan Rumah dengan Menyisihkan Rp50 Ribu per Hari

Berdasarkan informasi medis, Mulyana mengalami luka berupa cedera kepala sedang serta patah tulang pada bagian tangan kiri. Ia dinyatakan meninggal dunia saat sedang dibawa menuju RSI Weleri yang berada di Kabupaten Kendal. Sementara itu, sang istri, Giyati, mengalami cedera kepala berat dan juga dinyatakan meninggal dunia saat proses evakuasi menuju RSI Weleri. Korban ketiga, Tekat Susanto, mengalami cedera kepala sedang dan patah tulang tertutup pada tangan kirinya sebelum akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Terkait dengan kondisi di lokasi kejadian saat kecelakaan terjadi, arus lalu lintas terpantau sedang dan cuaca dalam kondisi cerah. Jalan Tol Batang-Semarang KM 379+900 tersebut memiliki kondisi jalan yang lurus dengan permukaan beton yang dalam keadaan baik. Kecelakaan beruntun ini bermula ketika mobil ambulans yang mengangkut para korban melaju dari arah Jakarta menuju ke arah Semarang.
Proses Pemeriksaan KPK dalam OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq

Pihak kepolisian menduga bahwa kecelakaan ini dipicu akibat sopir ambulans yang kurang berkonsentrasi saat berkendara. Akibat hilangnya konsentrasi tersebut, ambulans menabrak bagian belakang samping kanan dari sebuah truk Hino dengan nomor polisi BE-8501-PV yang tengah melaju di depannya. Setelah benturan tersebut, ambulans kemudian bergerak ke arah kanan dan menghantam bagian samping kiri mobil Toyota Innova yang sedang melaju di lajur kanan pada arah yang sama.
Tabrakan yang terjadi antara ambulans dan truk Hino tersebut mengakibatkan roda cadangan pada truk terlepas dari kendaraan. Roda cadangan tersebut kemudian terpental ke arah belakang dan menghantam bagian depan dari mobil Toyota Avanza yang juga melaju di jalur tersebut.






