Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 20 Agustus 2026 pagi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa gempa bumi ini terjadi tepat pada pukul 05.45 WIB. Guncangan yang terjadi di pagi hari ini mengejutkan masyarakat setempat dan menyebabkan kepanikan hingga membuat warga berhamburan keluar dari rumah mereka.
Menurut rilis resmi dari BMKG, pusat gempa bumi atau episenter gempa ini terletak di darat. Lokasinya berada di sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai. Gempa bumi ini terjadi pada kedalaman yang cukup dangkal, yaitu 10 kilometer. Meskipun berpusat di darat dengan kedalaman dangkal, hasil pemodelan yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan bahwa peristiwa gempa bumi ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami.
Guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,8 ini dirasakan di beberapa wilayah sekitar. Getaran gempa dilaporkan terasa hingga ke wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka. Di Kota Labuan Bajo, guncangan gempa dirasakan sangat kuat oleh warga sekitar. Hal ini memicu kepanikan luar biasa sehingga banyak warga yang langsung berlarian keluar rumah demi menyelamatkan diri dari potensi bahaya.
Keterlambatan KRL Commuter Line Relasi Duri-Tangerang Akibat Insiden di Rawa Buaya

Salah satu warga yang merasakan kuatnya guncangan tersebut adalah Alfonsius Ardi. Pria berusia 54 tahun yang tinggal di Lingkungan Lancang, Kelurahan Wae Kelambu ini menceritakan detik-detik saat gempa terjadi. Alfonsius Ardi menyatakan bahwa rumahnya tiba-tiba berguncang dengan sangat kuat. Akibat guncangan yang hebat tersebut, benda-benda atau barang-barang yang disimpan di dalam lemari di rumahnya sampai berjatuhan.
Gempa yang terjadi pada Kamis pagi ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar yang melanda wilayah tersebut sebelumnya. BMKG mencatat bahwa hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB, telah terjadi sebanyak 3.422 kali gempa susulan. Rangkaian gempa susulan ini terjadi setelah gempa bumi utama yang bermagnitudo besar, yakni magnitudo 7,7, mengguncang wilayah tersebut pada tanggal 15 Agustus lalu.
Materi Khutbah Jumat 21 Agustus 2026 Tema Maulid Nabi Muhammad

Mengenai aktivitas kegempaan yang masih terus berlangsung ini, Kepala BMKG Wilayah NTT, Arief Tyastama, memberikan penjelasan. Arief Tyastama menyatakan bahwa gempa susulan masih berpotensi untuk terjadi di wilayah tersebut. Potensi munculnya gempa susulan ini diperkirakan masih dapat terjadi hingga lebih kurang 3 sampai 4 minggu ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih bisa terjadi.






