Perum Bulog menunjukkan kepedulian dan kehadiran negara dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang dikirimkan oleh Perum Bulog ini berupa bahan pangan pokok, yaitu beras dan minyak goreng. Langkah cepat ini disiapkan secara khusus sebagai bentuk nyata dari kehadiran pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan darurat bagi masyarakat yang sedang mengalami masa-masa sulit pascabencana. Dengan adanya bantuan pangan ini, diharapkan kebutuhan gizi dan pangan harian warga di lokasi terdampak dapat tetap terpenuhi dengan baik di tengah situasi darurat yang mereka hadapi.
Sebagai bagian dari respons awal tanggap darurat tersebut, Perum Bulog telah mulai menyalurkan bantuan beras ke beberapa wilayah yang terdampak gempa di NTT. Pada tahap awal pelaksanaan distribusi ini, Bulog mendistribusikan bantuan beras sebanyak 1 ton untuk diserahkan langsung ke wilayah Kabupaten Manggarai. Selain itu, pada waktu yang bersamaan, Bulog juga menyalurkan bantuan beras dengan berat total 500 kilogram ke Kabupaten Nagekeo. Langkah awal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasokan pangan segera sampai ke tangan masyarakat yang paling membutuhkan sesaat setelah bencana gempa bumi terjadi.
Dampak Gempa NTT, BNPB Catat 241 Rumah Rusak dan Lakukan Verifikasi Lapangan

Upaya penyaluran bantuan pangan ini tidak berhenti pada tahap awal saja, melainkan akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan. Perum Bulog telah menetapkan target alokasi bantuan untuk setiap kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang terdampak oleh bencana gempa bumi ini. Berdasarkan rencana penyaluran, masing-masing kabupaten yang terdampak gempa akan menerima bantuan komoditas pangan berupa beras sebanyak 10 ton. Tidak hanya beras, setiap kabupaten terdampak juga akan mendapatkan bantuan minyak goreng sebanyak 1.000 liter untuk membantu mencukupi kebutuhan dapur umum maupun kebutuhan rumah tangga warga setempat.
Demi kelancaran dan ketepatan sasaran dalam proses distribusi di lapangan, Perum Bulog melakukan kerja sama yang erat dengan berbagai pihak terkait. Penyaluran bantuan beras dan minyak goreng ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan institusinya dalam membantu penanganan dampak bencana ini. Pada hari Minggu, 16 Agustus 2026, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Bulog siap bergerak cepat membantu pemerintah dan masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Ia menambahkan bahwa bantuan beras dan minyak goreng tersebut akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan serta kondisi riil di lapangan.
Kementerian Sosial Kirim Tambahan Bantuan Logistik Melalui Jalur Laut untuk Korban Gempa Flores

Untuk mendukung kelancaran seluruh proses penyaluran bantuan pangan ini agar tidak mengalami hambatan, Perum Bulog juga telah memastikan kesiapan stok pangan yang mereka miliki serta kekuatan jaringan distribusi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Kesiapan infrastruktur dan ketersediaan stok ini menjadi kunci utama agar bantuan dapat bergerak cepat ke lokasi bencana. Selain memastikan kesiapan stok dan jaringan distribusi di NTT, Bulog juga terus aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat beserta pihak-pihak terkait lainnya. Koordinasi intensif ini dilakukan guna mempercepat proses penyaluran bantuan agar segera menjangkau wilayah-wilayah terdampak lainnya yang membutuhkan uluran tangan.






