Penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) secara penuh selama satu musim kompetisi telah membawa perubahan nyata terhadap kualitas kepemimpinan wasit di sepak bola Indonesia. Berdasarkan data resmi dari Komite Wasit PSSI, kehadiran perangkat asisten wasit video tersebut sukses mendongkrak persentase akurasi keputusan krusial di lapangan hingga menyentuh angka 90 persen, sekaligus meminimalkan sorotan kontroversial yang kerap membayangi jalannya pertandingan.
Bagaimana rekam jejak awal mula penerapan teknologi VAR di Liga 1?
Sebelum diadopsi ke dalam kompetisi resmi secara penuh, VAR terlebih dahulu melalui tahap uji coba teknis di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Maret 2024. Agenda pengujian tersebut melibatkan 13 wasit VAR, 22 asisten wasit VAR, dan 18 Replay Operator. Setelah instuktur wasit FIFA asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Saleh, menyatakan uji coba berlangsung lancar, teknologi ini memulai debut perdananya pada babak Championship Series Liga 1 2023/2024 yang memuat delapan laga. Kesuksesan fase tersebut melandasi keputusan pengelola liga untuk menerapkan VAR di seluruh pekan pertandingan kompetisi penuh.
Seberapa besar peningkatan akurasi keputusan wasit setelah menggunakan VAR?
Hasil Ligue 1 Lens vs Auxerre, Florian Thauvin Tampil Gemilang, Les Sang et Or Menang Telak 5-2

Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa memaparkan dalam acara Refereeing Workshop for Media di Jakarta bahwa performa pengadil mengalami kenaikan terukur. Hingga pekan ke-23 kompetisi Super League musim 2025/2026, tercatat ada 239 insiden penting yang berpotensi mengubah jalannya laga. Dari jumlah kejadian tersebut, sebanyak 215 keputusan wasit terbukti tepat atau mencapai tingkat akurasi 90 persen.
Capaian tersebut melampaui statistik pada periode yang sama pada musim 2024/2025, ketika keputusan tepat hanya mencakup 161 dari 183 insiden krusial atau setara dengan 80 persen. Di sisi lain, jumlah kekeliruan wasit pada 23 pekan Super League tercatat sebanyak 24 keputusan atau 10 persen. Meski secara nominal naik tipis dari 22 kekeliruan pada musim sebelumnya, secara rasio persentase kesalahan justru memperlihatkan penurunan dari angka 12 persen.
Bagaimana Komite Wasit PSSI mengkaji kinerja dan menjaga kualitas pengadil pertandingan?
Hasil Liga Primer Inggris Brentford vs Tottenham Hotspur, The Bees Bungkam The Lilywhites Tiga Gol Tanpa Balas

Evaluasi terhadap ketepatan keputusan wasit dilakukan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk verifikasi rekaman video siaran pertandingan. Komite Wasit PSSI mengimbangi evaluasi teknis ini dengan program edukasi berkelanjutan bagi seluruh perangkat pertandingan agar mutu kepemimpinan terus meningkat. Selain peningkatan kapasitas wasit, PSSI menegaskan perlunya komitmen seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional untuk menjaga keselamatan wasit agar terbebas dari tekanan atau ancaman yang berlebihan saat bertugas.
Bagaimana proyeksi evaluasi VAR di kancah internasional ke depan?
Secara global, International Football Association Board (IFAB) mulai menjalankan evaluasi sistem VAR selama dua tahun ke depan, bertepatan dengan satu dekade sejak uji coba awal teknologi ini disetujui. IFAB membuka peluang perluasan mekanisme challenge bagi pelatih, di mana juru taktik memiliki dua kesempatan per laga untuk meminta peninjauan ulang video dan hak tersebut tetap utuh jika permohonan terbukti benar. Seiring dengan itu, Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina menyebut sistem Football Video Support (FVS) berpeluang diuji secara lebih luas mulai musim depan.






