Gunung Bawakaraeng yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi pusat perhatian menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 2.557 pendaki tercatat oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar akan mendaki gunung tersebut. Kehadiran ribuan pendaki ini bertujuan untuk merayakan hari bersejarah nasional dengan melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng yang dijadwalkan berlangsung pada hari Senin (17/8). Aktivitas massal ini memicu kesiapsiagaan penuh dari pihak otoritas keselamatan setempat guna mengantisipasi segala potensi risiko di alam bebas.
Untuk mengawal keselamatan para pendaki selama rangkaian kegiatan tersebut, tim SAR gabungan telah dikerahkan secara khusus. Tim SAR gabungan ini menggelar operasi yang dinamakan Siaga Khusus Merah Putih. Operasi pengamanan dan penyelamatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, terhitung sejak tanggal 15 Agustus hingga 18 Agustus 2026. Langkah antisipatif ini diambil demi memberikan rasa aman serta memastikan respons cepat apabila terjadi situasi darurat di sepanjang jalur pendakian Gunung Bawakaraeng yang memiliki medan menantang.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa seluruh personel yang terlibat siap memberikan pelayanan maksimal demi kelancaran acara tahunan ini. Tercatat sebanyak 211 personel yang berasal dari berbagai unsur SAR dilibatkan dalam operasi Siaga Khusus Merah Putih tersebut. Pengerahan ratusan personel dari berbagai elemen ini difokuskan untuk melakukan pemantauan intensif, koordinasi penyelamatan, dan penanganan cepat di lapangan agar perayaan HUT ke-81 RI di puncak gunung dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.
Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Lapangan untuk Tangani Pasien Gempa NTT

Berdasarkan data registrasi yang dihimpun oleh Basarnas Makassar, para pendaki yang berjumlah ribuan tersebut terbagi ke dalam beberapa jalur pendakian resmi yang berbeda untuk menuju ke puncak Gunung Bawakaraeng. Dari total 2.557 pendaki yang terdaftar, jalur Bulu Balea menjadi rute yang paling banyak diminati dengan jumlah pendaki mencapai 1.195 orang. Jalur berikutnya yang juga ramai dilalui adalah jalur Tassoso dengan jumlah 872 pendaki. Sementara itu, tercatat sebanyak 396 orang memilih mendaki melalui rute Kanreapia, dan 94 pendaki lainnya mendaftarkan diri untuk mendaki melalui jalur registrasi Lembanna.
Guna mengantisipasi segala bentuk kendala fisik maupun kecelakaan selama pendakian, Basarnas Makassar telah menempatkan tim penolong di sejumlah titik strategis. Titik-titik penempatan personel tersebut meliputi Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, serta Pos 5, Pos 7, dan Pos 8 yang berada di sepanjang jalur Lembanna. Tidak hanya di pos-pos tersebut, tim SAR juga bersiaga di kawasan puncak Gunung Bawakaraeng, wilayah Lembah Ramma, serta sepanjang jalur Tassoso. Penempatan di area-area krusial ini bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi jika ada pendaki yang membutuhkan pertolongan medis atau bantuan darurat lainnya.
Cara Menghadapi Gempa Susulan di NTT dan Langkah Pemeriksaan Rumah

Hingga hari Minggu (16/8), situasi di kawasan Gunung Bawakaraeng dilaporkan masih sangat kondusif. Berdasarkan hasil pemantauan berkala dari tim SAR gabungan di lapangan, belum ada laporan mengenai adanya pendaki yang mengalami kendala, tersesat, ataupun membutuhkan bantuan darurat. Kondisi ini juga didukung oleh faktor cuaca di






