PT Kereta Api Indonesia Persero, yang dikenal sebagai KAI, kini tengah bersiap untuk memulai langkah penting dalam penataan kawasan perkotaan di Jakarta Selatan. Di bawah kepemimpinan Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama PT KAI, perusahaan transportasi milik negara ini tengah mempersiapkan pengembangan Blok F dan Blok G. Langkah tersebut dilakukan sebagai tahap awal dari pembangunan kawasan Transit-Oriented Development atau yang biasa dikenal dengan sebutan TOD Manggarai. Proyek strategis ini diharapkan dapat mengintegrasikan sistem transportasi massal dengan kawasan hunian yang modern dan teratur.
Pengembangan tahap awal proyek TOD Manggarai ini akan memanfaatkan lahan yang cukup luas di kawasan Jakarta Selatan. Secara keseluruhan, total area yang akan digarap oleh PT Kereta Api Indonesia Persero pada fase perdana ini mencapai sekitar 21.939 meter persegi, atau setara dengan 2,19 hektare. Luasan lahan tersebut terbagi ke dalam dua sektor utama yang saling mendukung. Bagian pertama adalah Blok F yang mencakup area lahan seluas kurang lebih 15.014 meter persegi, sedangkan bagian kedua adalah Blok G yang memiliki luas area sekitar 6.925 meter persegi.
Di atas lahan yang mencakup Blok F dan Blok G tersebut, KAI telah merancang pembangunan hunian vertikal yang cukup masif demi memenuhi kebutuhan papan masyarakat di wilayah perkotaan. Tercatat, KAI merencanakan pembangunan sebanyak 1.232 unit hunian di kawasan tersebut. Untuk memberikan pilihan yang variatif bagi calon penghuni, unit-unit hunian vertikal yang disiapkan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero ini akan dibagi ke dalam beberapa tipe ukuran. Pilihan tipe hunian yang disediakan meliputi tipe 28, tipe 36, serta tipe 45, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga atau individu yang akan tinggal di sana.
Pelaksanaan PKKMB Prabhu Udayana 2026 untuk Mahasiswa Baru Universitas Udayana

Tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian vertikal saja, proyek pembangunan di kawasan TOD Manggarai ini juga dirancang untuk menjadi area yang mandiri dan terintegrasi. Oleh karena itu, kawasan yang mencakup Blok F dan Blok G ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area komersial atau fasilitas ritel. Kehadiran area komersial dan ritel ini diharapkan dapat mempermudah para penghuni dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa harus bepergian jauh dari lingkungan tempat tinggal mereka, sekaligus mendukung konsep integrasi transportasi yang efisien.
Untuk menandai dimulainya proyek besar ini, pihak manajemen telah menetapkan jadwal pelaksanaan peletakan batu pertama. Kegiatan groundbreaking resmi untuk proyek TOD Manggarai ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2026. Momentum groundbreaking ini akan menjadi tanda dimulainya secara fisik pembangunan infrastruktur hunian dan fasilitas pendukung di lahan seluas 2,19 hektare tersebut.
Penghuni Indekos di Condongcatur Sleman Timbun Sampah dan Botol Berisi Air Kencing

Sebelum pelaksanaan groundbreaking tersebut, PT Kereta Api Indonesia Persero terus mematangkan seluruh aspek perencanaan. Saat ini, KAI tengah gencar melakukan koordinasi lintas instansi guna merampungkan penyusunan Master Plan serta Panduan Rancang Kota untuk Kawasan Berorientasi Transit Manggarai. Langkah koordinasi ini dinilai sangat penting agar pembangunan Blok F dan Blok G dapat berjalan selaras dengan rencana tata ruang wilayah Jakarta Selatan, serta mampu mengoptimalkan fungsi Stasiun Manggarai dan Kawasan Jalan Manggarai sebagai pusat transportasi yang terintegrasi dengan baik.






