Operasional perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto dipastikan kembali berjalan normal dan aman setelah sempat terganggu akibat gempa bumi magnitudo 5,4 yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026) pukul 12.05 WIB.
Sesaat setelah guncangan terjadi, KAI Daop 5 Purwokerto langsung menerapkan prosedur keselamatan darurat. Sebanyak 21 perjalanan kereta api diberhentikan sementara melalui skema Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk mengantisipasi risiko kerusakan jalur.
Polda Jateng Bantu Water Bombing ke Kebakaran TPA Putri Cempo Solo

Selama masa penghentian tersebut, petugas memeriksa seluruh prasarana perkeretaapian di lintas terdampak, meliputi kondisi rel, jembatan, terowongan, hingga fasilitas pendukung operasional lainnya. Akibat penahanan operasional ini, sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan, salah satunya KA 291 Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo鈥揔iaracondong yang sempat tertahan hingga 66 menit.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 12.04 WIB dengan episentrum di laut pada koordinat 8,42 Lintang Selatan dan 109,02 Bujur Timur, berjarak sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap pada kedalaman 10 kilometer. Gempa yang dipicu aktivitas subduksi lempeng ini tidak berpotensi tsunami, kendati getarannya terasa luas hingga wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Barat serta sempat memicu kepanikan warga di Pangandaran.
Petugas Masih Evakuasi Korban Kebakaran Apartemen di Tanah Abang

Setelah seluruh lintasan diperiksa secara menyeluruh dan tidak ditemukan kerusakan infrastruktur, KAI Daop 5 Purwokerto menyatakan jalur aman dan mengizinkan seluruh kereta kembali melanjutkan perjalanan sesuai tujuan masing-masing.






