Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi menempatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai prioritas utama. Langkah penanganan intensif ini diputuskan menyusul kemunculan kabut asap yang pekat di sekitar kawasan bandara, yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran aktivitas publik dan keselamatan transportasi udara. Berdasarkan data penanganan darurat yang dihimpun, total luas lahan yang terbakar di wilayah Kalimantan Selatan telah mencapai angka 8.900 hektar.
Eskalasi kebakaran yang meluas dan kemunculan kabut asap tersebut mendorong pengerahan sumber daya penanggulangan secara terpadu dan menyeluruh. Penanganan difokuskan secara terkoordinasi untuk membatasi ruang gerak api agar kebakaran tidak menimbulkan dampak yang semakin parah. Kebakaran hutan dan lahan seluas 8.900 hektar ini menjadi perhatian serius dari jajaran penanggulangan bencana pusat maupun daerah, mengingat posisinya yang berdekatan dengan simpul-simpul infrastruktur vital serta kawasan lalu lintas penerbangan.
Langkah cepat dan terukur terus diambil oleh seluruh unsur komando penanganan darurat di lapangan guna merespons dinamika peningkatan titik api. Fokus utama diarahkan pada penyelamatan kawasan strategis dari gangguan asap tebal, sekaligus mempercepat proses pemadaman di area-area terbuka yang mengalami kebakaran hebat. Prioritas ini ditetapkan untuk memastikan stabilitas lingkungan serta kelangsungan operasional fasilitas publik di Kalimantan Selatan tetap terjaga secara optimal.
Prioritas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Selatan
Penetapan status prioritas penanganan karhutla di Kalimantan Selatan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didasari oleh meningkatnya intensitas kebakaran dan ancaman kabut asap terhadap fasilitas vital penerbangan. Menurut Direktur Koordinasi Penanganan Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan, kebakaran yang menghanguskan hingga 8.900 hektar lahan tersebut memerlukan intervensi operasional yang cepat dan berkesinambungan.
Peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan terhitung mulai tanggal 21 sudah secara penuh diatensi oleh satuan tugas darat maupun satuan tugas udara. Sejak tanggal tersebut, seluruh elemen operasi diarahkan langsung untuk memadamkan lokasi-lokasi kebakaran yang apinya menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Kesiapsiagaan penuh dari seluruh satuan kerja di lapangan menjadi kunci utama dalam meredam percepatan perambatan kobaran api.
Atensi bersama ini diwujudkan melalui penanganan darurat terpadu yang memadukan pemantauan intensif dan aksi pemadaman langsung. Koordinasi terpusat yang dilakukan oleh BNPB memastikan bahwa setiap perkembangan titik api di wilayah Kalimantan Selatan dapat direspons secara tepat waktu, baik melalui strategi pemadaman dari darat maupun penanganan dari udara.
Sebaran Titik Panas Ring 1 dan Dampaknya terhadap Bandara Syamsudin Noor
Dalam pelaksanaan operasi darurat, BNPB memetakan beberapa titik panas (hotspot) dengan tingkat intensitas yang cukup tinggi di Kalimantan Selatan, khususnya yang terkonsentrasi di zona Ring 1. Zona Ring 1 ini merupakan kawasan penyangga yang posisinya sangat dekat dengan area bandara, sehingga keberadaan titik api di zona ini menjadi perhatian yang paling mendesak.
Wilayah-wilayah di kawasan Ring 1 yang teridentifikasi memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi tersebut mencakup:
- Kota Banjarbaru
- Kota Banjar
- Kabupaten Tanah Laut
Konsentrasi titik api di Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut menjadi perhatian yang sangat serius bagi otoritas penanggulangan bencana karena letaknya yang mendekati bandara. Keberadaan hotspot di area Ring 1 ini memberikan dampak langsung terhadap tingkat visibilitas atau jarak pandang di udara dan darat, serta berisiko mengganggu kelancaran operasional transportasi udara di Bandara Syamsudin Noor.
Penurunan jarak pandang akibat sebaran kabut asap dari ketiga daerah tersebut dapat mengancam keselamatan dan jadwal penerbangan. Oleh karena itu, pengamanan kawasan Ring 1 dari ancaman kobaran api dan kepulan asap diposisikan sebagai target pengamanan paling krusial guna menjamin operasional di Bandara Syamsudin Noor dapat terus berjalan dengan aman tanpa gangguan kabut asap.
Pengerahan 9.800 Personel Gabungan untuk Operasi Darat
Guna mengendalikan luasan karhutla yang mencapai 8.900 hektar dan menekan kemunculan kabut asap, BNPB telah mengerahkan kekuatan darat secara masif. Brigjen TNI Djohan Darmawan mengungkapkan bahwa sekitar 9.800 personel gabungan telah diterjunkan secara langsung ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan upaya pemadaman dan pendinginan lahan secara menyeluruh.
TV LED, Kulkas, Hingga AC Diskon Gede di Transmart Full Day Sale, Trik dan Syarat Mendapatkan Harganya

Komposisi kekuatan 9.800 personel gabungan darat ini terdiri dari berbagai unsur penanggulangan lintas institusi, yaitu:
- Unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI)
- Unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
- Satuan tugas Manggala Agni
- Unsur relawan kebencanaan
Ribuan personel dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan tersebut bekerja keras di garis depan kebakaran untuk menembus titik-titik api yang tersebar di wilayah terdampak. Kehadiran personel dalam jumlah besar ini memungkinkan pembagian tugas secara merata di berbagai sektor, terutama di area-area yang sulit dijangkau dan memiliki intensitas kebakaran yang tinggi.
Kerja sama dan koordinasi antara personel TNI, Polri, Manggala Agni, dan para relawan di darat menjadi fondasi utama dalam menahan laju kebakaran lahan. Melalui penempatan personel di titik-titik krusial, penanganan pemadaman dan pembasahan lahan dapat dilaksanakan secara intensif dan sistematis di lapangan.
Penyekatan Jalur Api Menuju Hutan Lindung dan Pemukiman Warga
Selain melakukan pemadaman langsung terhadap kobaran api aktif, personel darat gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan menjalankan strategi pertahanan melalui pembuatan jalur penyekatan. Upaya penyekatan ini dirancang sebagai barikade pembatas untuk menghentikan rambatan api agar tidak menyeberang ke area yang lebih luas.
Operasi penyekatan oleh personel darat ini difokuskan secara khusus untuk melindungi dua sasaran utama:
- Mencegah perambatan kobaran api agar tidak semakin meluas ke wilayah hutan lindung.
- Membentengi bentang lahan agar api tidak masuk dan membakar kawasan pemukiman warga.
Pencegahan perambatan menuju hutan lindung sangat penting guna membatasi kerusakan lingkungan hidup dan vegetasi yang lebih parah. Di sisi lain, perlindungan terhadap kawasan pemukiman warga menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan jiwa masyarakat serta melindungi tempat tinggal warga dari ancaman kobaran api yang tidak terkendali.
Strategi penyekatan ini dikerjakan secara bersama-sama oleh tim darat dengan memanfaatkan sarana pemadaman yang ada, membuat sekat pemisah di perbatasan vegetasi kering, serta memastikan lahan pembatas tetap basah sehingga api kehabisan material bahan bakar saat mendekati kawasan hutan lindung maupun lingkungan warga.
Dukungan Sembilan Unit Helikopter dan Operasi Udara Terpadu
Operasi penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diperkuat dengan pengerahan kekuatan udara. BNPB mengoperasikan sebanyak 9 unit helikopter yang dikerahkan secara terpadu untuk mendukung penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan dari udara.
Sembilan unit helikopter yang dioperasikan tersebut mengemban tiga fungsi utama yang terintegrasi secara taktis, yaitu:
Patroli Udara
Helikopter difungsikan untuk melakukan patroli udara secara berkala. Pemantauan dari udara memungkinkan petugas mendeteksi koordinat titik api secara cepat, memetakan luasan kobaran api, serta mengamati arah sebaran asap yang berpotensi mengarah ke Bandara Syamsudin Noor maupun ke kawasan permukiman.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Armada udara difungsikan untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi ini dijalankan guna mengoptimalkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan Selatan, sehingga dapat memicu turunnya hujan untuk membantu membasahi lahan dan mempercepat proses pemadaman api di kawasan yang luas.
Presiden Prabowo Tinjau Kebakaran Hutan dan Lahan di Kubu Raya Kalimantan Barat, Rangkaian Agenda dan Arahan Penanganan Lapangan

Pemboman Air (Water Bombing)
Unit helikopter difungsikan secara intensif untuk melakukan operasi pemboman air (water bombing). Helikopter menjatuhkan air dalam volume besar langsung ke episentrum titik api yang sulit dijangkau oleh satuan tugas darat, sehingga intensitas api yang berkobar dapat diturunkan dengan cepat.
Integrasi ketiga fungsi operasional dari 9 unit helikopter ini memberikan daya jangkau yang luas dalam memadamkan kobaran api dari udara, sekaligus melengkapi pergerakan pemadaman yang dilakukan oleh 9.800 personel gabungan di darat.
Pemetaan Bandara Alternatif di Tabalong untuk Kelancaran Mobilisasi
Untuk memaksimalkan efektivitas operasi udara di wilayah Kalimantan Selatan, otoritas penanggulangan bencana tengah merancang langkah taktis terkait infrastruktur pendukung penerbangan. BNPB melakukan pemetaan terhadap keberadaan fasilitas bandara alternatif di daerah Tabalong, persisnya di kawasan Tanjung.
Fasilitas penerbangan yang dipetakan tersebut dahulunya merupakan bandara Pertamina. Lokasi bandara di Tanjung, Kabupaten Tabalong ini dipersiapkan guna menunjang mobilisasi operasi pemadaman kebakaran dan pemboman air (water bombing).
Brigjen TNI Djohan Darmawan menjelaskan bahwa pemetaan bandara alternatif di Tabalong diarahkan untuk mencapai beberapa tujuan strategis:
- Memudahkan dan mempercepat mobilisasi pemadaman karhutla melalui pengeboman air di wilayah sekitar Kalimantan Selatan.
- Menyediakan fasilitas pangkalan pendukung operasi udara yang jaraknya tidak jauh dari Bandara Syamsudin Noor.
- Mengoptimalkan jangkauan rotasi armada helikopter dalam melakukan pemboman air pada titik-titik kebakaran yang tersebar di berbagai kawasan.
Pemanfaatan bandara alternatif di Tanjung ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh mobilisasi armada udara, sehingga proses pengisian air dan penanganan titik api dapat berlangsung secara efisien dan berkelanjutan tanpa menghambat jalur penerbangan utama.
Kewaspadaan Melalui Pendinginan Lahan dan Antisipasi Hembusan Angin
Dalam proses penanganan kebakaran hutan dan lahan seluas 8.900 hektar ini, tahapan pendinginan lahan memegang peranan yang sangat penting. Lahan yang terbakar kerap meninggalkan bara api di bawah permukaan tanah yang sewaktu-waktu dapat kembali menyala apabila terpapar hembusan angin.
Menyadari risiko tersebut, Brigjen TNI Djohan Darmawan secara tegas mengingatkan seluruh tim darat maupun udara untuk tetap konsisten melakukan proses pendinginan lahan, meskipun laporan pemantauan di lapangan menunjukkan adanya penurunan intensitas api aktif. Langkah ini harus tetap dijalankan tanpa mengendurkan kewaspadaan regu pemadam.
Instruksi untuk tetap melakukan pendinginan lahan didasarkan pada pertimbangan operasional berikut:
- Memastikan bahwa titik-titik panas di seluruh area yang terbakar benar-benar padam secara tuntas hingga ke lapisan terdalam.
- Mencegah timbulnya kembali kobaran api baru akibat embusan angin kencang di lokasi kebakaran terbuka.
- Mengeliminasi sisa-sisa asap yang dapat mengganggu visibilitas di sekitar area penerbangan Bandara Syamsudin Noor.
Upaya pembasahan dan pendinginan area yang terus-menerus dilakukan oleh 9.800 personel gabungan bersama armada helikopter menjadi jaminan agar api tidak menyala ulang. Kesiapsiagaan tinggi dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan di darat, dipadukan dengan patroli udara, operasi modifikasi cuaca, pemboman air oleh 9 helikopter, serta pemetaan bandara alternatif di Tabalong, menjadi kesatuan strategi BNPB untuk menuntaskan penanganan karhutla seluas 8.900 hektar dan melenyapkan ancaman kabut asap di Kalimantan Selatan.






