
Berputar.id Sebanyak 18 orang ditangkap dalam aksi demonstrasi di kantor pusat Microsoft di Redmond, Amerika Serikat, termasuk setidaknya satu orang yang tercatat sebagai pegawai perusahaan tersebut.
Baca Juga : Ria Ricis Wariskan Bisnis Kos-Kosan kepada Putri Semata Wayang, Moana
Aksi protes yang digelar oleh kelompok bernama No Azure for Apartheid itu berlangsung selama dua hari berturut-turut. Pada hari kedua, para demonstran mendirikan tenda yang mereka sebut sebagai Liberated Zone di area plaza kantor pusat Microsoft. Bentuk protes semakin memanas ketika mereka menyiram cat berwarna merah pada logo Microsoft di gedung tersebut.
Menurut keterangan kepolisian Redmond, para pendemo menutup jalur pejalan kaki dan berusaha membuat penghalang dengan meja serta kursi yang diduga diambil dari area kantor. Tindakan itu kemudian mendorong aparat untuk melakukan penangkapan.
Kelompok No Azure for Apartheid diketahui menentang keterlibatan teknologi Microsoft, khususnya layanan komputasi awan Azure, dalam proyek-proyek yang mereka nilai mendukung praktik apartheid. Hingga kini, pihak Microsoft belum memberikan keterangan resmi mengenai keterlibatan karyawan mereka dalam aksi tersebut maupun terkait tuntutan kelompok demonstran.
Penangkapan ini menandai eskalasi terbaru dalam gelombang protes perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat, khususnya terkait isu etika penggunaan teknologi.
Your blog is like a beacon of light in the vast expanse of the internet. Your thoughtful analysis and insightful commentary never fail to leave a lasting impression. Thank you for all that you do.