
Berputar.id Temuan ilmiah terbaru mengungkap peran mengejutkan dari kotoran penguin, atau guano, dalam menjaga keseimbangan iklim Bumi. Riset mutakhir menunjukkan bahwa guano penguin di kawasan Antartika menjadi sumber utama partikel aerosol amonia yang sangat penting dalam pembentukan awan rendah. Awan-awan ini, yang sering menutupi Samudra Selatan, mampu mendinginkan iklim dengan cara memantulkan sebagian sinar Matahari kembali ke luar angkasa.
Penelitian ini menegaskan kembali pentingnya jaringan kehidupan di Bumi dalam membentuk dan mengatur sistem iklim global. Para ilmuwan menemukan bahwa, meskipun dalam skala mikro, partikel amonia yang berasal dari guano dapat berinteraksi dengan aerosol berbasis sulfur yang diproduksi oleh alga laut. Proses reaksi berantai kimia ini menghasilkan miliaran partikel kecil yang berfungsi sebagai inti kondensasi bagi tetesan awan.
“Ini contoh bagaimana proses biologis yang tak terduga bisa sangat krusial dalam sistem iklim planet kita,” ujar salah satu peneliti. Keberadaan awan rendah di atas Samudra Selatan telah lama menjadi misteri, mengingat para ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana awan-awan ini merespons pemanasan atmosfer dan lautan akibat aktivitas manusia.
Awan rendah sendiri dikenal sebagai “kartu liar” dalam sistem iklim karena mampu secara signifikan mempengaruhi seberapa banyak panas Matahari yang diserap atau dipantulkan kembali ke luar angkasa. Temuan tentang peran guano penguin menyediakan wawasan baru mengenai mekanisme alami yang mungkin melindungi Bumi dari pemanasan berlebihan.
Dengan demikian, studi ini semakin menyoroti pentingnya menjaga keanekaragaman dan keseimbangan ekosistem, bahkan yang ada di kawasan paling terpencil sekalipun, demi menjaga stabilitas iklim global.