Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia 2023 Capai 3,3 Juta Orang, Mayoritas Usia Produktif

Spread the love

Berputar.id Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komisaris Jenderal Pol. Marthinus Hukom, mengungkapkan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 3,3 juta orang atau 1,73 persen dari total penduduk usia produktif antara 15 hingga 49 tahun. Data ini menunjukkan penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, namun tetap menjadi perhatian serius karena mayoritas pengguna berada di usia produktif yang seharusnya menjadi tulang punggung bangsa.

Baca Juga : Tawuran Antarwarga RW 12 dan RW 4 di Manggarai Tebet, Satu Tukang Parkir Luka Bacok di Kepala

Marthinus menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba banyak terjadi pada kelompok usia muda, khususnya 15-24 tahun, yang menunjukkan peningkatan signifikan meskipun secara keseluruhan angka prevalensi menurun. Faktor utama yang memicu penggunaan narkoba pertama kali adalah ajakan dari teman sebaya, yang secara tidak langsung memperluas pasar narkoba di kalangan generasi muda. Sekitar 84,5 persen pengguna memperoleh narkoba pertama kali dari lingkungan pertemanan atau pacar.

Secara global, prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 5,8 persen atau sekitar 296 juta orang di dunia, dengan ganja menjadi jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan, yaitu sebanyak 219 juta orang. Hal ini menegaskan bahwa masalah narkoba merupakan persoalan serius tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat internasional.

BNN bersama berbagai instansi terkait terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba melalui sosialisasi, penguatan ketahanan keluarga, pendidikan anti-narkoba di lingkungan sekolah, serta penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan sindikat narkoba. Sepanjang tahun 2023, BNN berhasil mengungkap 37 jaringan sindikat narkoba, menyita berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar, dan memusnahkan ladang ganja seluas 27,7 hektare.

Marthinus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, terutama dengan membangun lingkungan yang sehat dan bebas narkoba demi menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif agar Indonesia dapat terhindar dari bahaya narkoba yang merusak kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

Dengan data dan fakta tersebut, pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan dan rehabilitasi agar prevalensi penyalahgunaan narkoba dapat ditekan lebih jauh, khususnya di kalangan generasi muda yang merupakan aset penting bagi masa depan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *