
Berputar.id Dunia seni Indonesia berduka atas kepergian aktor legendaris Ray Sahetapy yang meninggal dunia pada 1 April 2025 di usia 68 tahun akibat komplikasi penyakit diabetes. Sebelum dimakamkan, jenazah Ray Sahetapy akan disalatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Jumat siang setelah Salat Jumat. Pemilihan lokasi ini memiliki makna mendalam bagi perjalanan hidup sang aktor.
Baca Juga : Tragis: Bocah 9 Tahun Hilang Diterkam Buaya di Berau, Kalimantan Timur
Perjalanan Spiritual di Masjid Istiqlal
Ray Sahetapy memutuskan untuk menjadi mualaf pada tahun 1982 di Masjid Istiqlal, sebelum menikah dengan Dewi Yull. Proses tersebut menjadi titik awal perjalanan spiritualnya sebagai seorang Muslim. Anak bungsunya, Raya Sahetapy, mengungkapkan bahwa keluarga sepakat untuk menyalatkan jenazah Ray di tempat yang begitu bersejarah dalam hidupnya. “Alhamdulillah, beliau masuk Islam di Istiqlal dan kini ditutup juga di Istiqlal,” ujar Raya kepada media.
Prosesi Pemakaman
Setelah prosesi salat jenazah di Masjid Istiqlal, jenazah Ray akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.00 WIB. Meski almarhum sempat mewasiatkan agar dimakamkan di makam keluarga di Palu, Sulawesi Tengah, keluarga memutuskan untuk sementara memakamkannya di Jakarta demi efisiensi dan kelancaran prosesi pemakaman. Pemindahan jenazah ke Palu direncanakan akan dilakukan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Kenangan dan Warisan
Ray Sahetapy dikenal sebagai aktor berbakat dengan karier yang berlangsung lebih dari empat dekade. Ia telah membintangi lebih dari 100 film dan meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Piala Citra dan penghargaan Best Actor di Indonesian Movie Awards untuk perannya dalam The Raid. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang Ray sebagai sosok yang tangguh dan inspiratif dalam dunia seni peran.
Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan penggemarnya. Pesan terakhirnya kepada anak-anaknya adalah untuk terus berbuat baik kepada sesama dan menjaga perilaku yang baik. Sang aktor juga sempat menyampaikan kerinduannya kepada putri sulungnya, Gizca Puteri Agustina Sahetapy, yang telah berpulang lebih dulu pada tahun 2010.
Dengan prosesi salat jenazah di Masjid Istiqlal, keluarga berharap dapat memberikan penghormatan terakhir yang sesuai dengan perjalanan spiritual dan warisan hidup sang aktor.